Yayasan ADBMI

Jika Semua Perempuan Punya Kesibukan, Tidak Akan Ada Gosip Tetangga!!!

adbmi.org Jika semua perempuan punya kesibukan, tidak akan ada yang namanya gosip antar tetangga. Perempuan tak ubahnya sebuah objek yang tak pernah habis untuk dibicarakan. Bahkan perempuan juga kerap membicarakan dirinya sendiri. Apalagi membicarakan tetangga, perempuan jagonya.

Jika perempuan punya kesibukan, bukan hanya mengurus anak dan diam di rumah, pasti bisik – bisik dan membisiki tetangga akan berkurang. Memberikan kesibukan kepada perempuan salah satunya dengan mengajarkan cara membuat kripik.

Di desa Tanak Awu kecamatan Pujut, konsorsium ADBMI dan LGBS saat ini memberikan pelatihan kepada 100 penerima manfaat program. Bukan hanya dilatih tentang pengolahan keripik, ada pula yang di latih cara membuat jamu dan pengolahan pakan ternak.

Jika Semua Perempuan Punya Kesibukan, Tidak Akan Ada Gosip Tetangga!!!
Photo Istimewa : Pelatihan di desa Tanak Awu dalam program konsorsium ADBMI dan LGBS.

Masi’ah salah satu penerima manfaat program konsorsium ADBMI dan LGBS yang mengikuti pelatihan ini. Ia mengungkapkan baru pertamakali mengikuti pelatihan selama ini. Sebelumnya ia tak pernah mengikuti pelatihan apapun sebelum adanya program konsorsium ADBMI dan LGBS yang menyasar keluarga PMI ataupun Purna PMI.

Ia merupakan purna PMI asal dusun Jambik desa Tanak Awu. Ia pernah merantau ke Arab Saudi dan Dubai dan memilih untuk pulang dua tahun yang lalu.

Ia sangat antusias mengikuti pelatihan pengolahan keripik singkong dan keripik pisang yang di ajarkan oleh Nurhayati, salah satu pengusaha kripik dan jajanan lainnya.

“Saya tertarik mengikuti kegiatan seperti ini sejak awal pelatihan ADBMI. Sebelumnya saya tidak pernah ikut pelatihan. Kedepannya saya mau membuka usaha,” terang Masi’ah saat mengikuti pelatihan keripik singkong.

Bertempat di ruangan sekolah dasar negeri 2 Tanak Awu, pelatihan ini di ikuti oleh 100 peserta selama dua hari.

“Memang kalau ada kesibukan lainnya, kita akan membahas hal – hal positif,” Terang Masi’ah. Ia memang mengakui karena kurangnya kesibukan di rumah membuat banyak sekali kaum perempuan, terutama ibu – ibu lebih banyak menghabiskan waktu untuk ngerumpi.

“Padahal tidak ada manfaatnya,” tegasnya kembali.

Bagi usaha jamu dan kripik, para peserta juga di ajarkan untuk membuat pengemasan produk yang dibuat sehingga menarik pembeli.

 

Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *