Yayasan ADBMI

Sistem Informasi Desa Belum Familiar, ADBMI: Perlu Adanya Sosialisasi Intensif

adbmi.org Sistem informasi desa belum banyak diketahui oleh tataran masyarakat. Padahal, sistem informasi desa atau yang akrabnya disebut SID ini merupakan salah satu akses masyarakat untuk mengetahui informasi tentang desa.

Hal ini diungkapkan oleh Rasyid Ridho saat bincang santai dengan pemerintah desa serta operator desa di lima desa program ADBMI dan AWO Internasional. Ia menegaskan perlunya adanya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat mengenai sistem informasi desa.

“Perlu adanya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat mengenai sistem informasi desa,” tegas Rasyid Ridho di Selong, (21/09).

Disamping itu, terang Ridho melanjutkan, SID juga membantu memudahkan pekerjaan para kaur pemerintahan dengan hanya memanfaatkan aplikasi SID.

“Semuanya ada dan hanya diakses dengan satu kali klik untuk mempercepat pelayanan data masyarakat,” terang Ridho yang juga perwakilan ADBMI.

Di tempat yang sama, Lalu Muhammad Ansori juga berharap kepada pemerintah daerah Lombok Timur memaksimalkan potensi informasi desa dengan SID. Terlebih adanya peraturan Bupati nomer 21 tahun 2021 terkait dengan desa digital di Lombok Timur.

Saat memandu diskusi, Lalu Muhammad Ansori yang akrabnya di sapa miq coy mengungkapkan tidak lebih dari 30 persen desa di Lombok Timur yang memaksimalkan SID.

Sistem Informasi Desa Belum Familiar, ADBMI: Perlu Adanya Sosialisasi Intensif
Photo Istimewa : Lalu Muhammad Ansori (Miq Coy) saat memandu diskusi terkait dengan pengelolaan SID yang diselenggarakan oleh ADBMI.

“Ini yang harus kita dorong bersama,” tegas Miq Coy kepada para undangan yang didominasi oleh operator SID dan pemerintah desa di 5 desa program ADBMI dan AWO Internasional.

Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.