top of page

Doro Kadindi dan Ancaman Kekeringan Ribuan Jiwa


Poto ilustrasi
Poto ilustrasi

adbmi.org - "Doro" dalam bahasa Bima berarti Gunung atau perbukitan, yang berarti, doro Kadindi berarti Gunung Kadindi, sebuah anak gunung yang berada di desa Kadindi kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Gunung Kadindi masuk dalam kawasan lingkar Tambora, Gunung tertinggi di Pulau Sumbawa.


Gunung Kadindi menjadi "emas" karena menyimpan air, salah satunya di tampung di dam Kadindi. Doro Kadindi masuk dalam satuan kerucut sinder peti tabeh di kawasan gunung Tambora yang berarti suatu wilayah geografis yang berfungsi untuk menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan ke titik - titik pengeluaran tertentu seperti mata air, sungai atau bendungan.


Desa Kadindi merupakan satu dari 12 desa di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Desa yang kaya akan sumberdaya alam berupa air ini banyak didatangi para transmigran dari berbagai daerah. Tak ayal, berbagai suku hidup berdampingan di tanah yang diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum.


Perlahan, senyum itu berubah menjadi murka. Alam Kadindi kini tidak sealami beberapa tahun lalu. Pembalakan liar, eksploitasi berlebihan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan lingkungan.


Kerusakan lingkungan di tanah Kadindi sangat parah, terutama di Gunung Kadindi. Mata air menyusut drastis. Sementara, keberlangsungan hidup dan aktifitas masyarakat selalu bergantung pada air.


Puluhan Ribuan jiwa bergantung pada mata air dari gunung Kadindi, Gunung yang dulunya disakralkan kini berubah menjadi lahan kopi dan kebun jagung.


Berbagai upaya dilakukan, bahkan muncul gerakan Asri, sebuah gerakan reboisasi untuk menyelamatkan gunung Kadindi dari pembalakan liar. Namun sama saja.


Menurut informasi yang beredar, pohon - pohon yang sudah di tanam ditebang oleh sekelompok masyarakat. Padahal, penanaman kala itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin dan ketua DPRD Kabupaten Dompu, Muttaqun.


Dibalik nikmatnya seduhan kopi di dapur kita, ada lingkungan yang dikorbankan warga. Di balik manisnya gula kita, ada lingkungan yang di babat habis dan dibalik upaya memenuhi kebutuhan dapur keluarga, ada lahan yang harus jadi korban.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

ADBMI Foundation

Kami concern terhadap isu-isu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Email: yayasanadbmi@gmail.com

Phone: 037621880

Kab. Lombok Timur

Update Buletin Setiap Bulan

Terimakasih sudah berlangganan..!!

© 2025 - ikone |  Terms of Use  |  Privacy Policy

bottom of page