top of page

Antara Debu Tambang dan Janji Manis Pemda Lombok Timur Perbaiki Jalan Kalijaga Timur

adbmi.org – Potongan pohon kelapa dan balok kayu melintang kaku di sepanjang 2,5 kilometer jalan kabupaten yang membelah Desa Kalijaga Timur. Di sana, bukan hanya arus transportasi yang terhenti, melainkan juga kesabaran warga yang telah lama mencapai titik nadir.


Pada Minggu, 16 Agustus 2026, menjadi puncak dari keputusasaan warga desa di Kecamatan Aikmel tersebut. Selama bertahun-tahun, mereka terpaksa "menelan" debu pekat yang beterbangan setiap kali truk pengangkut material galian C melintas. Dampaknya tak main-main; warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan hingga sesak napas yang mengancam kesehatan anak-anak dan lansia.


"Sudah bertahun-tahun kami menunggu. Pemerintah hanya bisa berjanji tanpa bukti," ujar Masrah, salah satu warga, menggambarkan rasa lelah yang mendalam.


Kemarahan warga kian tersulut ketika sebuah truk pasir menabrak palang gapura desa, seolah menjadi simbol betapa rapuhnya perlindungan infrastruktur di wilayah mereka.


Ironi di Balik Pendapatan Daerah Dari Galian C


Desa Kalijaga Timur bukanlah desa tanpa kontribusi. Ironisnya, aktivitas enam titik tambang galian C di wilayah ini diperkirakan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp3 miliar per tahun. Namun, kontribusi besar tersebut dirasa tidak berbanding lurus dengan perhatian pemerintah terhadap jalanan yang hancur lebur.


"Warga kami sudah lelah. Karena itu kami bertanya, kapan jalan itu akan diperbaiki?" tegas Mazhan, Ketua BPD Kalijaga Timur, saat memimpin massa mengadu ke Kantor Bupati Lombok Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026.


Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan dan aksi saling dorong dengan petugas kepolisian di gerbang utama.


Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, mengungkapkan bahwa dirinya sudah lima kali menemui Bupati untuk menagih janji perbaikan, namun selalu berujung pada nihilnya realisasi. Baginya, tuntutan warga bukan sekadar meminta pembangunan, melainkan menagih hak atas jalan yang menjadi jalur ekonomi aktif masyarakat.


Menanggapi tekanan massa yang kian memanas, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, akhirnya turun menemui warga. Di hadapan massa, pemerintah daerah berjanji akan memajukan jadwal perbaikan jalan sepanjang 9,4 kilometer tersebut.


Jika semula rencana perbaikan masuk dalam prioritas tahun 2027, kini pemerintah mengupayakannya melalui APBD Perubahan 2026 yang ditargetkan rampung dibahas pada September mendatang.


"Tahun 2026 sesuai tuntutan bapak, insyaallah akan kita selesaikan," janji Edwin Hadiwijaya.


Ia memperkirakan pengerjaan fisik akan memakan waktu sekitar tiga bulan setelah anggaran ditetapkan.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

ADBMI Foundation

Kami concern terhadap isu-isu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Email: yayasanadbmi@gmail.com

Phone: 037621880

Kab. Lombok Timur

Update Buletin Setiap Bulan

Terimakasih sudah berlangganan..!!

© 2025 - ikone |  Terms of Use  |  Privacy Policy

bottom of page