Meski Terlarang, Nobar Film Dokumenter Pesta Babi Bawa Berkah Bagi Pedagang
- Firman Siddik

- 2 hari yang lalu
- 1 menit membaca

adbmi.org - Pedagang kolam wisata embulan boroq Dewi Anjani Desa meraup untung jutaan rupiah setelah menggelar nonton bareng "pesta babi". Acara yang digelar di area kolam wisata tersebut dibanjiri ratusan pengunjung.
Film dokumenter "Pesta Babi : Kolonialisme di Zaman Kita" sedang hangat diperbincangkan. Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan hadir untuk menonton.
Menariknya, film tersebut ternyata membawa berkah bagi para UMKM di area wisata Anjani. Bahkan, salah satu pelaku usaha menyebut bisa mendapatkan ratusan ribu hingga jutaan rupiah dengan berjualan.

Nonton bareng di kolam wisata Anjani ini diselenggarakan oleh Organisasi Pemuda Sinar Gema Lestari dan juga Unit Kegiatan Mahasiswa Gempar Universitas Gunung Rinjani.
Diketahui bahwa Film dokumenter Pesta Babi yang disutradarai oleh Dandy Laksono dan Cypri Paju Dale ini, sedang hangat diperbincangkan.
Film ini mengangkat tentang isu krisis ekologi, perampasan ruang hidup dan ancaman terhadap eksistensi masyarakat di kawasan Papua.
Film ini secara spesifik menyoroti dampak dari program strategis nasional (PSN) yang berkedok swasembada pangan dan transisi energi.
Sebelumnya beberapa titik di NTB, pemutaran film Pesta Babi tersebut mendapatkan penolakan dan pelarangan oleh pihak Kampus dan juga Aparat Penegak Hukum.
Dilansir dari berbagai sumber, Per Mei 2026, ada tiga lokasi yang sudah mendapatkan pelarangan untuk nobar film Pesta Babi di NTB. Ketiga titik tersebut dilarang dengan alasan menjaga kondusifitas.
Adapun lokasi tersebut diantaranya, Universitas Mataram, Universitas Islam Mataram dan juga Sekretaris Cabang HMI Sumbawa Barat.



Perlu lebih banyak event macam ini, selain berkah bagi pedagang, jg berkah bagi logika para penonton, dan jg pedagang..terutama pahala bagi penyelenggara krn turut mencerdaskan masyarakat