top of page

21 Ribu Anak di Lombok Timur Putus Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sekitar 21.778 anak di Kabupaten Lombok Timur yang tidak sekolah, dengan rincian anak belum pernah sekolah sama sekali 13.139 anak dan anak putus sekolah sebanyak 4.309.
Selain itu juga, sekitar 4.330 anak yang lulus namun tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Data ini merupakan hasil rekapitulasi Kemendikbud tahun 2024.
Poto Istimewa : Nurmadian, guru honorer di desa Kalijaga Timur desa program ADBMI Foundation

adbmi.org - Pagi ini Nurmadian, salah seorang guru sekolah swasta di desa Kalijaga Timur bergegas ke ruang kelas. Jam pelajaran akan segera dimulai.


Bel berbunyi, anak anak bergegas memasuki ruang kelas. Tepat setelah itu, Nurmadian juga tiba di ruangan kelas 9 MTs Maraqitta'limat Desa Kalijaga Timur. Semua siswa berdiri, mengucapkan salam secara serentak untuk menyambut guru, Nurmadian.


Nurmadian merupakan salah satu guru honorer di sekolah tersebut. Ia sudah mengabdikan diri selama 12 tahun menjadi guru. Setiap hari ia berjalan kaki, pulang dan pergi ke sekolah. Jaraknya cukup jauh, 1 kilometer dari kediamannya.


Pengabdiannya sebagai seorang guru tanpa pamrih. Meskipun serba kekurangan, ia tetap mengabdikan dirinya mencerdaskan anak bangsa di desanya.


Di sekolah tersebut, Mts dan Madrasah Aliyah berada dalam satu gedung dengan beberapa ruang kelas dan ruang guru.


Jumlah siswanya sendiri tak banyak, kurang dari 100 orang siswa secara keseluruhan Mts dan MA di yayasan Maraqitta'limat Desa Kalijaga Timur.


"Dulu banyak sekali yang sekolah di sini. Bahkan dari luar desa juga ada yang sekolah ke sini," terang Nurmadian selepas mengajar.


Bahkan siswa Mts - nya kurang dari 50 orang. "ini dikarenakan sudah banyak sekolah yang berada di Desa Kalijaga Timur."


Pendidikan saat ini tidak lagi menjadi barang mewah, tidak lagi menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hal ini terjadi karena kurangnya lapangan pekerjaan yang disediakan pemerintah untuk menampung siswa yang lulus.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sekitar 21.778 anak di Kabupaten Lombok Timur yang tidak sekolah, dengan rincian anak belum pernah sekolah sama sekali 13.139 anak dan anak putus sekolah sebanyak 4.309.


Selain itu juga, sekitar 4.330 anak yang lulus namun tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.Ā DataĀ ini merupakan hasil rekapitulasi Kemendikbud tahun 2024.


Dominan PMI Asal Lombok Timur Hanya Tamatan Sekolah Dasar

Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia mengeluarkan hasil pendataan tahun 2024 tentang latar belakang pendidikan Pekerja Migran Indonesia. Pendataan tersebut dilakukan oleh Lembaga Sosial Desa di Desa dampingan program ADBMI Foundation dan AWO International.


Data menunjukan, sekitar 37,9% PMI berlatar belakang pendidikan sekolah dasar. di susul SMA 29,1%, SMP 28,1%. PMI yang tidak pernah mengenyam bangku pendidikan sebanyak 3,1%.


Fauzan Staf lapangan ADBMI menyebut bahwa pendidikan saat ini tidak lagi menjadi barang mewah. Terlebih anggaran kabupaten Lombok Timur untuk sektor pendidikan sekitar 36% tidak bisa menuntaskan permasalahan dunia pendidikan.


Fauzan menilai anggaran tersebut besar namun tidak digunakan dengan bijak. "kalau saya liat terlalu banyak bangunan yang dibangun tanpa melihat aspek penguatan kapasitas guru."


Apalagi soal PMI, terang Fauzan, "Dinas pendidikan Lombok Timur anggarannya jauh dibandingkan disnakertrans. Seharusnya itu digunakan untuk meningkatkan kapasitas guru dan juga meningkatkan partisipasi siswa."


Di samping itu juga Dr. Maharani dari Lombok Research Center (LRC), mengungkap anggaran 36% dinas pendidikan Lombok Timur cukup besar. Nilainya sekitar 1,2 T dari keseluruhan anggaran kabupaten Lombok Timur.


Namun faktanya, semakin tinggi anggaran yang diterima justru semakin mengurasi pertisipasi siswa. "bahkan kemarin kita lihat guru - guru itu mengadu ke DPRD Lotim untuk meminta gaji ke 13 yang belum di selesaikan."


kita berharap, sambung Maharani, "anggaran itu dimanfaatkan dengan baik. Jangan hanya habis digunakan untuk operasional dan juga terlalu mementingkan bangunan."


Akademisi Universitas Gunung Rinjani tersebut menilai kurangnya kompetensi guru saat ini, itu perlu menjadi perhatian pemimpin yang akan menjabat dalam waktu dekat. selain itu juga soal master plan pendidikan di Lombok Timur.


"Kadis Dikbud harus dijabat oleh orang yang paham soal pendidikan. selain itu juga kompetensi guru harus ditingkatkan serta masterplan," sambungnya.


Persoalan pendidikan akan merembet ke banyak sektor, akan meningkatkan pernikahan usia anak. Lebih dari itu, akan mengurangi tingkat sumber daya manusia lombok timur.


"terlebih soal PMI. jika PMI hanya tamatan SD, kita hanya mengirim buruh yang bekerja serabutan. bukan mengirim pekerja yang memiliki kompetensi yang tinggi," tutup Dr. Maharani.

Ā 
Ā 
Ā 

2 Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Tamu
10 Jan 2025
Dinilai 5 dari 5 bintang.

wahhh ternyata PMI yang lulusan SD dan SMP banyak juga ya, kerja keluar negeri jadinya hanya mengandalkan tenaga buat jadi buruh serabutan

kayaknya ini juga yang bikin banyak yang tertipu dan terjebak kasus perdagangan orang


hmmmm semoga pendidikan di Indonesia makin baik deh, terutama di lombok timur

Suka

Tamu
10 Jan 2025
Dinilai 5 dari 5 bintang.

Suruh bagi bagi ke dinas lain biar ndk numpuk

Suka

ADBMI Foundation

Kami concern terhadap isu-isu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Email: yayasanadbmi@gmail.com

Phone: 037621880

Kab. Lombok Timur

Update Buletin Setiap Bulan

Terimakasih sudah berlangganan..!!

© 2025 - ikone |  Terms of Use  |  Privacy Policy

bottom of page