Dari Gereneng untuk Indonesia: Kiprah Yayasan Al Bina dalam Menyiapkan Generasi Emas Bangsa
- Firman Siddik

- 15 Jun
- 3 menit membaca

adbmi.org - Semangat membangun pendidikan berkualitas kembali digaungkan dalam peringatan Yaumul Milad ke-VIII Yayasan Al Bina Gereneng yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Mengusung tema “Dari Gereneng untuk Indonesia: Kiprah Yayasan Al Bina dalam Menyiapkan Generasi Emas Bangsa,” peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan lembaga sekaligus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing di masa depan.
Perjalanan delapan tahun Yayasan Al Bina merupakan bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari desa. Berangkat dari semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masa depan pendidikan, Yayasan Al Bina terus tumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendapat kepercayaan masyarakat. Hingga saat ini, lembaga tersebut membina 23 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan telah berhasil meluluskan 10 siswa angkatan perdana SDIT Al Bina, sebuah capaian yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan yang lebih luas di masa mendatang.
Keberhasilan tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat konstitusi tersebut menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, keberadaan Yayasan Al Bina tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Desa Gereneng, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam menyukseskan agenda pembangunan pendidikan nasional.
Ketua Yayasan Al Bina, Mujmal, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa usia delapan tahun merupakan fase penting dalam memperkuat kualitas kelembagaan sekaligus memperluas pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Menurutnya, seluruh capaian yang diraih hingga saat ini merupakan hasil dari kerja keras, dukungan masyarakat, dan kepercayaan orang tua yang menitipkan pendidikan putra-putrinya kepada Yayasan Al Bina.
“Delapan tahun ini bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan pengabdian. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Dengan semangat berjuang tanpa batas dengan yakin, ikhlas, sabar, dan istiqamah, kami ingin menjadikan Yayasan Al Bina sebagai lembaga pendidikan pilihan masyarakat,” ungkapnya.
Momentum Milad ke-VIII juga ditandai dengan rencana pembukaan SMP IT Al Bina, yang diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam terpadu pada jenjang menengah. Kehadiran SMP IT Al Bina menjadi langkah strategis dalam menciptakan kesinambungan pendidikan bagi peserta didik serta memperkuat kontribusi yayasan dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur yang diwakili oleh Kabid Kebudayaan menyampaikan apresiasi atas perkembangan Yayasan Al Bina yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Lombok Timur. Ia berharap proses pembukaan SMP IT Al Bina dapat berjalan lancar dan memperoleh dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap kehadiran SMP IT Al Bina nantinya menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Semoga lembaga ini terus berkembang dan mampu mencetak generasi terbaik yang memiliki kecerdasan intelektual, karakter yang kuat, serta akhlak yang mulia,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, Hasbullah, S.H.I. Menurutnya, Yayasan Al Bina telah membuktikan kapasitasnya sebagai lembaga pendidikan yang mampu bersaing dan berkembang di tengah semakin tingginya tuntutan kualitas pendidikan.
“Yayasan Al Bina telah menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang lahir dari masyarakat mampu berkembang dan bersaing dengan lembaga-lembaga lainnya. Hal ini tentu tidak terlepas dari konsistensi dalam menjalankan visi dan misi yayasan yang berorientasi pada kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik,” tegasnya.
Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, Yaumul Milad ke-VIII Yayasan Al Bina menjadi simbol optimisme bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik dalam membangun masa depan bangsa. Dari sebuah lembaga yang tumbuh di Desa Gereneng, lahir harapan besar untuk menghadirkan generasi-generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kecakapan sosial, dan komitmen kebangsaan yang kuat.
Dengan semangat kebersamaan, dukungan masyarakat, serta komitmen seluruh civitas pendidikan, Yayasan Al Bina Gereneng optimistis akan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan unggulan. Sebab, dari ruang-ruang kelas yang sederhana di desa, sesungguhnya sedang dipersiapkan calon pemimpin masa depan yang kelak akan berkontribusi bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara. Inilah makna sesungguhnya dari tema “Dari Gereneng untuk Indonesia”—sebuah ikhtiar membangun peradaban melalui pendidikan demi terwujudnya generasi emas Indonesia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.



Komentar