top of page

Judi Slot pada Gen-Z di Lingkungan Keluarga Pekerja Migran

Pada tahun 2024, sekitar 8,8 juta warga Indonesia tercatat bermain judi online (judol). Mayoritas pemain judol adalah masyarakat kalangan menengah kebawah dan anak - anak muda.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, tahun 2024 jumlah transaksi masyarakat di dalam judi online berkisar 283 triliun pada semester II.
Ilustrasi : seorang anak bermain judi online (judol).
Ilustrasi : seorang anak bermain judi online (judol).

adbmi.org - Fenomena judi online, khususnya judi slot, telah merambah secara mengkhawatirkan ke kalangan Generasi Z (Gen-Z), terutama pada mereka yang berasal dari keluarga pekerja migran. Meskipun judi merupakan penyakit masyarakat yang merusak tatanan ekonomi individu, aksesibilitas teknologi dan kemudahan transaksi digital telah membuat aktivitas ini semakin privat dan sulit diawasi.


Tulisan ini akan membahas bagaimana ketiadaan pendidikan pengelolaan keuangan keluarga dan pola asuh menjadi faktor utama yang menjerumuskan anak muda ke dalam jerat perjudian ini.


Salah satu faktor risiko utama adalah ketiadaan pendidikan keuangan sejak dini


Anak-anak pekerja migran sering kali tumbuh tanpa pengawasan langsung karena orang tua mereka bekerja di luar negeri. Mereka secara rutin menerima kiriman uang (remitansi) tanpa disertai bimbingan mengenai cara mengelolanya secara bijak. Akibatnya, uang tersebut sering dianggap sebagai "uang bebas" yang dapat digunakan untuk kepuasan instan, termasuk sebagai modal untuk bermain judi slot dengan harapan mendapatkan kemenangan cepat.


Selain faktor kurangnya bimbingan, perilaku imitasi atau peniruan terhadap orang tua memegang peran krusial. Berdasarkan teori Social Learning, perilaku keuangan dipelajari melalui pengamatan terhadap lingkungan terdekat.


Pada tahun 2024, Novita Erliana Sari dkk melakukan riset di Ponorogo, ditemukan banyak kasus di mana anak-anak melakukan judi slot karena melihat orang tua mereka (biasanya ayah) terlibat dalam praktik judi konvensional seperti togel atau kartu.


"Ketika seorang ayah menganggap judi sebagai hal biasa, anak cenderung tidak merasa ragu untuk mencoba judi slot, yang dianggap sebagai versi digital dari apa yang dilakukan orang tuanya."

Kondisi ini diperparah dengan minimnya diskusi mengenai risiko keuangan di dalam rumah tangga. Pembicaraan mengenai dampak buruk judi atau manajemen risiko sering dianggap tabu, terutama jika orang tua sendiri memiliki riwayat perilaku serupa.


"Tanpa adanya pemahaman tentang konsekuensi jangka panjang, Gen-Z cenderung melihat judi hanya sebagai hiburan yang tidak berbahaya."

Mereka sering kali terlena oleh kemasan iklan di media sosial yang sangat menarik dan janji kemenangan instan yang ditawarkan oleh platform perjudian daring.


Tekanan teman sebaya dan lingkungan sosial juga menjadi pemicu signifikan


Bagi anak pekerja migran yang kekurangan dukungan emosional dari orang tua, kelompok pertemanan menjadi sangat dominan dalam pengambilan keputusan. Jika lingkungan pertemanan menganggap judi slot sebagai tren atau gaya hidup, anak muda akan merasa tertekan untuk mengikuti agar diakui secara sosial.


Sebagai kesimpulan, maraknya judi slot di kalangan Gen-Z bukan sekadar masalah kecanduan teknologi, melainkan cerminan dari lemahnya fondasi pendidikan keuangan dalam keluarga. Pola asuh yang hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan materi tanpa disertai edukasi manajemen risiko dan contoh perilaku yang sehat telah menciptakan celah bagi perilaku finansial berbahaya.


Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara literasi keuangan yang ditanamkan sejak dini dan pemberian teladan positif dari orang tua untuk melindungi generasi muda dari ancaman perjudian online.


Melihat kondisi ini, ADBMI Foundation bersama dengan OHCHR telah melakukan pendampingan bagi keluarga pekerja migran.


Pendampingan berupa pelatihan manajemen keuangan rumah tangga, mendorong pemanfaatan remitansi untuk wirausaha menjadi pondasi yang kuat untuk meminimalisir resiko terjerat judi online.


Pelatihan ini menyasar para PMI purna ataupun keluarganya. Pendampingan dilakukan di dua kecamatan, Suralaga dan juga di Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

ADBMI Foundation

Kami concern terhadap isu-isu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Email: yayasanadbmi@gmail.com

Phone: 037621880

Kab. Lombok Timur

Update Buletin Setiap Bulan

Terimakasih sudah berlangganan..!!

© 2025 - ikone |  Terms of Use  |  Privacy Policy

bottom of page