Serikat Buruh "Bergoyang" di Tengah Gelombang PHK
- Firman Siddik

- 1 hari yang lalu
- 1 menit membaca
Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 berlokasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Tidak ada kenaikan gaji ditegah inflasi yang tinggi dan harga barang yang melambung tinggi.
"Goyangan" di Monas itu menggambarkan jeritan para buruh yang dibaluti suara musik dari soundsystem yang keras. Sangat keras hingga mengalahkan suara - suara sumbang para buruh pekerja.

adbmi.org - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto "menyatukan" semangat buruh dalam perayaan May Day yang berlangsung di Monas, 1 Mei 2026 kemarin. Perayaan yang tak biasa tersebut, mengundang perhatian dari semua kalangan. Tak terkecuali dari unsur masyarakat biasa.
Mereka datang dengan diiming - imingi bantuan sembako dan makan siang gratis. Tugas mereka, meramaikan dan mendengarkan Presiden Prabowo Subianto berpidato dengan gagah berani.
Perayaan Hari Buruh Internasional tahun ini seakan mencoreng niat berserikat. Tidak ada gaji yang naik, PHK massal masih terjadi, hingga dibentuknya satgas PHK oleh Presiden.
Setelah "goyangan" di Monas itu usai, tidak berarti menghilangkan keresahan para buruh pabrik. Bisa jadi juga para Buruh yang bekerja di dapur MBG.
Dilansir dari laman resmi uinjkt.ac.id, rentang tahun 2024 - 2025, sekitar 88.519 buruh yang mengalami PHK secara besar besaran. Angka ini meningkat 13,54% dibanding tahun 2024. Angka ini bahkan diperkirakan mendekati 100.000 jika diakumulasikan dari berbagai sumber asosiasi buruh.



Presiden : apakah MBG bermanfaat ??
Peserta : TIDAAAAAAAAAKKKKK..
Presiden : (lanjut joget...)