Penanganan PMI Bermasalah Masih Terkendala Anggaran dan Armada
- Firman Siddik

- 2 hari yang lalu
- 1 menit membaca

adbmi.org - Pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah asal Kabupaten Lombok Timur kerap mengalami kendala yang tak berujung. Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur hingga saat ini belum memiliki armada serta anggaran yang memadai.
Sumardan selaku Kepada Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Lotim menyebut bahwa armada sangat penting untuk penanganan kasus PMI bermasalah.
Ia juga menyebutkan bahwa pemulangan ataupun penjemputan PMI bermasalah hingga saat ini menggunakan mobil pribadi.
"Kadang kami gilir - giliran pakai mobil pribadi masing - masing pegawai dinas," terangnya, 27/04/2026.
Terakhir, dinas tenaga kerja lombok timur memulangkan 5 PMI bermasalah yang direpatriasi dari Malaysia. Semuanya dijemput di pelabuhan Lembar menggunakan mobil pribadi.
"Kami jemput ke Pelabuhan Lembar setelah pemulangan dari BP3MI DKI Jakarta. Kadang Mobil minjam ke Rumah Sakit."
Diketahui bahwa Lombok Timur merupakan Kabupaten pengirim PMI terbesar di NTB. Bahkan selalu masuk 3 besar kabupaten pengirim PMI tersebut se - Indonesia.
Disnaker Lotim bersama dengan satgas pelindungan PMI juga sudah beberapa kali hearing ke DPRD Lotim, meminta fasilitas armada mobil untuk penanganan kasus PMI bermasalah.
Ditempat terpisah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB juga mengeluhkan hal yang sama. Keterbatasan anggaran dan juga armada sudah lama menjadi problematika.
Pemulangan PMI bermasalah sebanyak 18 orang warga NTB pekan kemarin, difasilitasi oleh BAZNAS Provinsi NTB.
"Kita syukur masih bisa mendapatkan penganggaran dari BAZNAS Provinsi kemarin. Kita hanya difasilitasi tiket Bus dari Jakarta ke Lombok," terang Pradipta, Disnakertrans provinsi NTB,28/04/2026.
Pradipta menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS untuk memfasilitasi pemulangan merupakan instruksi dari Gubernur NTB langsung.



Komentar