top of page

Anak 10 Tahun di NTT Memilih Bun*h Dir1 Karena Tak Dibelikan Buku dan Polpen

Kejadian menyayat hati terjadi di negeri ini. Seorang anak berusia 10 tahun merelakan hidupnya demi menyelamatkan hidup keluarganya.
Kejadian ini terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, seorang anak rela bunuh diri karena tidak dibelikan buku dan pulpen.

YBR, siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri di pohon cengkih. Peristiwa ini terjadi lantaran sang ibu tak kuasa membelikannya buku dan polpen sebagai perlengkapannya sekolah.


Peristiwa menyayat hati ini viral dijagat maya, lantaran uang yang diminta hanya sepuluh ribu untuk membeli buku dan polpen. Namun karena keterbatasan ekonomi, sang ibu tak menghiraukan permintaan dari YBR.


Peristiwa ini terjadi ditengah geliat pemerintah Indonesia sedang melakukan program prioritas Makan Bergisi Gratis yang menyasar siswa sekolah.


Program MBG ini sendiri anggaran hariannya ditaksir mencapai 1 triliun. Namun anggaran sebesar itu tak mampu menyelamatkan seorang YBR, siswa kelas IV SD asal NTT yang meninggal karena bunuh diri.


Sebelumnya, YBR juga menulis surat kepada sang mama. Surat yang ditulis tangan itu berisi perasaan kecewa dan permohonan maafnya kepada sang ibu. Ia bahkan berharap sang ibu tak mencarinya lagi.


Sungguh malang, bahkan seorang anak tak rela melihat keluarganya susah sehingga memutuskan untuk bunuh diri.

ADBMI Foundation

Kami concern terhadap isu-isu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Email: yayasanadbmi@gmail.com

Phone: 037621880

Kab. Lombok Timur

Update Buletin Setiap Bulan

Terimakasih sudah berlangganan..!!

© 2025 - ikone |  Terms of Use  |  Privacy Policy

bottom of page