Hati - Hati Lowongan Kerja Dengan Visa Umroh
- Firman Siddik

- 3 hari yang lalu
- 1 menit membaca

adbmi.org - Setiap umat muslim pasti mendambakan umroh. Terlebih lagi haji. Bagaimana pun caranya, niat itu harus terlaksana meskipun antrean yang panjang khususnya untuk haji.
Dengan masalah ini, banyak warga Indonesia, khususnya yang muslim termotivasi untuk bekerja ke Timur Tengah. Khususnya Arab Saudi.
Mereka banyak yang ditawarkan oleh tekong ataupun rekruter bekerja di Arab Saudi dengan bonus haji dan umroh. Minimal umroh.
Lantas siapa yang tidak tergiur dengan umpan tersebut.
Namun masalahnya, banyak warga kita yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. Mereka bekerja ke Arab Saudi dengan menggunakan visa umroh atau ziarah.
Mereka bisa saja sampai ke Arab Saudi. Memiliki pekerjaan dan bahkan bisa menunaikan ibadah. Minimal umroh.
Namun mereka tidak memiliki kepastian pelindungan hukum. Kontrak kerja tidak ada. Upah minimum tidak ada dan bahkan jaminan sosial ketenagakerjaan juga tidak didapatkan sebagai hak menjadi pekerja migran.
Banyak dari mereka yang dipekerjakan pada sektor domestik. Bekerja sebagai pekerja rumah tangga.
Sementara pemerintah Indonesia telah menutup penempatan pekerja migran sektor rumah tangga ke Arab Saudi. Hal itu sudah dilakukan sejak tahun 2015 hingga saat ini.
Meski begitu, penempatan pekerja migran Arab Saudi masih tetap berlanjut. Namun itu dikhususkan untuk pekerjaan sektor formal seperti rumah sakit, perhotelan dan lainnya.
Sejak 2025 kemarin, pemerintah Arab Saudi mengharapkan pencabutan status moratorium dengan skema penempatan yang lebih modern. Standar gaji, mekanisme penempatan hingga asuransi kesehatan dan juga asuransi jiwa.



Komentar