Berangkat Migran, Pulang Juragan. Kisah Hidup Hafiz, Dari Yatim Piatu dan Kini Miliki Belasan Karyawan
- Firman Siddik

- 15 Jun
- 2 menit membaca
Bang Hafiz meyakini, kesuksesannya saat ini adalah buah dari doa - doa istri dan orang yang selalu ia mudahkan.
Dari usahanya ini, ia bisa mengalokasikan sebagian hasil usahanya untuk kegiatan sosial setiap bulan.

adbmi.org - Kisah perjuangan Muhammad Irjan atau dikenal dengan sebutan Bang Hafiz dimulai dari masa kecil yang penuh tantangan hingga akhirnya menjadi pengusaha sukses di bidang otomotif.
Bang Hafiz merupakan mantan pekerja migran yang kini sukses menggeluti usaha jual beli motor. Ia merupakan pengusaha yang berasal dari Rumbuk Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur.
Ketika berusia dua tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia yang membuatnya tidak memiliki kenangan manis dengan orang tuanya.
Masa Kecil Sebagai Anak Yatim
Bang Hafiz menjadi anak yatim piatu sejak usia 2 tahun karena kedua orang tuanya meninggal dunia setelah pulang dari sawah.
Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, ia tidak sempat mengenal wajah orang tuanya dan harus tinggal terpisah dari saudara-saudaranya.
Ia dibesarkan di tempat yang berbeda - beda dengan saudaranya. Bahkan seumur hidup, ia tidak pernah tinggal satu atap dengan kelima saudaranya.
Oleh karenanya, ia merasakan kesedihan mendalam sebagai anak yatim yang tidak tinggal satu atap dengan saudara kandungnya.
Awal Karier dan Menjadi Pekerja Migran

Setelah tamat SMA, ia tidak melanjutkan kuliah, melainkan mengambil kursus di BLK. Sembari kursus, ia juga mencoba peruntungan dengan menggeluti berbagai macam pekerjaan.
Ia kemudian bekerja di Kantor Pos selama 5 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri (resign) pada tahun 2014.
Bang Hafiz kemudian memilih merantau menjadi Pekerja Migran dengan tujuan ke Malaysia. Di sana, ia bekerja di perkebunan sawit selama 1-2 bulan sebelum pindah ke konstruksi bangunan hingga tahun 2018.
Keberangkatannya ke luar negeri merupakan masa yang berat bagi keluarganya, karena ia meninggalkan istrinya yang baru saja melahirkan anak pertama (berusia 2 bulan) dengan keadaan tidak memiliki rumah sendiri.
Membangun Usaha dari Nol
Sekembalinya dari Malaysia pada tahun 2018, Bang Hafiz mencoba berbagai jenis usaha dengan prinsip tidak ingin lagi bekerja pada orang lain.
Ia bahkan pernah menjalani usaha pemasangan wallpaper dinding di Lombok Timur. Selain itu ia berjualan sampah plastik medis bekerja sama dengan pihak puskesmas.
Tak berhenti disitu, ia kemudian menggeluti usaha bebek potong sampai akhirnya ia bekerja di showroom motor milik temannya untuk mencari pengalaman sebelum akhirnya membuka showroom sendiri.
Puncak Kesuksesan di Bisnis Otomotif
Meskipun tidak memiliki keahlian dasar di bidang otomotif, Bang Hafiz berhasil mengembangkan bisnis jual beli motor dengan memanfaatkan media sosial. Saat ini, usahanya telah mencapai titik yang sangat signifikan.
Selain menyasar konsumen di wilayah Lombok, ia juga bahkan sudah ekspansi sampai ke pulau Sumbawa. Bahkan sampai ke Ambon dan Makassar.
Dari usahanya ini, ia bisa memiliki karyawan sebanyak 16 orang, yang banyak di antaranya adalah mantan PMI dan anak yatim.
Tidak perlu ijazah, Ia hanya menekankan tanggung jawab dan pelayanan yang maksimal yang harus diberikan karyawan terhadap customer.
Bang Hafiz meyakini bahwa kesuksesannya saat ini adalah hasil dari doa istri dan keputusannya untuk selalu melibatkan istri dalam setiap pengambilan keputusan besar.
Sebagai bentuk syukur atas masa kecilnya yang sulit, ia secara rutin menyisihkan rezekinya setiap bulan untuk anak-anak yatim. Selain itu, ia berusaha membantu karyawannya agar selalu tercukupi dari sisi ekonomi.



Komentar