top of page

Orang Tua Harus Meminjam Pola Asuh Anak Ala Inaq Syam

9 jam yang lalu
2 menit membaca

Poto Ilustrasi : hj. Halimatussa'diah atau Inaq Syam yang merupakan ibu dari TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Poto Ilustrasi : hj. Halimatussa'diah atau Inaq Syam yang merupakan ibu dari TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

adbmi.org - Beberapa hari terakhir sosial media kita dipenuhi dengan konten sensitif yang membuka wajah pondok pesantren Lombok. Sebenarnya bukan hanya Lombok, kasus - kasus dugaan pelecehan seksual juga terjadi di hampir disetiap ponpes di Indonesia.


Munculnya kasus dugaan pelecehan yang menyeret Muhammad Imanuddin Sumar atau yang biasa di sebut Abah atau TGH. Imanuddin merupakan pukulan telak bagi kita semua. Ini bukan soal organisasi keagamaan, namun lebih ke pola pengawasan orang tua yang kurang terhadap pondok pesantren.


Dalam HULTAH NWDI ke 91 di Pancor, Lombok Timur pada 13 September 2026 kemarin, Ustadz Abdussomad menjabarkan pola asuh yang menakjubkan. Dimana ia bercerita bagaimana Sang Maulana bisa terlahir dan terbentuk hingga menjadi sosok pahlawan Nasional asal Nusa Tenggara Barat.


Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid merupakan pendiri organisasi keagamaan Nahdlatul Wathan asal Nusa Tenggara Barat. Ia aktif dalam menyebarkan dakwah keagamaan, bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.


Namun perlu diingat, bahwa sang Maulana tidak terlahir serta merta untuk berbuat ditengah masyarakat. Ia dibangun dilingkungan keluarga yang memegang teguh nilai keagamaan.


Kedua orang tuanya, TGH. Abdul Majid dan Hj. Halimatussa'diah atau Inaq Syam berperan penting dalam membentuk karakteristiknya.


Ustadz Abdussomad menjabarkannya dengan elegan saat Hultah NWDI tahun ini di panggung putih Pancor. Beberapa poin yang disebutkan oleh ustadz Abdussomad, diantaranya :


  • Kesungguhan dan Pengorbanan Total Untuk Menciptakan Kader Bangsa dan Agama


Orang tua Maulana Syaikh, Haji Abdul Majid dan Inaq Syam bukan hanya melepas kepergian sang anak dalam menuntut ilmu. Namun, keduanya mendampingi dan juga mencarikan guru terbaik bagi sang anak.


Berbeda di zaman sekarang, banyak orang tua hanya melepaskan kepergian sang anak dalam menuntut ilmu. Hanya memberikan "pesangon" berupa uang tanpa melihat latar belakang guru dan pondok pesantren.


Kedua orang tua Maulana Syaikh bahkan rela menetap sementara untuk memastikan dan menyerahkan sang anak agar bisa dibimbing oleh guru yang kompeten dan ahli di bidangnya.


Muncullah guru beliau Syaikh Hassan Al Mahsyat. Selain itu juga Syaikh Salim Rahmatullah dan banyak lagi guru lainnya. Guru - guru tersebut mendampingi dan membimbing sang Maulana saat bersekolah di Assaulatiyah.


  • Kerasnya Perjuangan Sang Ibu


Bukan hanya sosok sang ayah, Ibu dari Maulana Syaikh, Hj. Halimatussa'diah juga berperan aktif. Beliau bahkan tinggal dan menetap bersama Maulana Syaikh di Saulatiyah, Mekkah.


Hj. Halimatussa'diah atau Inaq Syam ingin memastikan bahwa sang putra mendapatkan ilmu yang baik.


Berbeda dengan zaman sekarang, kerap kali ibu - ibu bahkan tak ingin melepaskan kepergian sang anak untuk belajar ilmu agama dengan alasan takut kehilangan.


Ustadz Abdussomad menyimpulkan bahwa parenting orang tua menentukan nasib seorang anak. Dimana, parenting yang kuat, keterlibatan kedua orang tua secara lahir dan batin, serta tidak pelit dalam berkorban demi agama serta ilmu pengetahuan sang anak.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

ADBMI Foundation

Kami concern terhadap isu-isu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Email: yayasanadbmi@gmail.com

Phone: 037621880

Kab. Lombok Timur

Update Buletin Setiap Bulan

Terimakasih sudah berlangganan..!!

© 2025 - ikone |  Terms of Use  |  Privacy Policy

bottom of page