Sebagai Ormas Terkaya di Indonesia, Persyarikatan Muhammadiyah Susun Road Map Pelindungan PMI
- Firman Siddik

- 13 Jan
- 1 menit membaca
adbmi.org Ormas terkaya di Indonesia, Persyarikatan Muhammadiyah susun road map pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Melalui Lazismu, Muhammadiyah ingin berkontribusi lebih besar lagi dalam memberikan pemberdayaan kepada masyarakat.
Lembaga zakat tingkat nasional yang dimiliki Muhammadiyah ini telah menekan kerjasama dengan Bank BNI. Terlebih bank BNI memiliki cabang di berbagai negara, bukan hanya di Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu, Lazismu dan bank BNI menggelar workshop Penyusunan Peta Jalan Program Pekerja Migran Indonesia, Kontribusi dari Ekosistem Persyarikatan Muhammadiyah.
Dalam workshop tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais mengatakan ketika isu pekerja migran menjadi fokus kajian, kami berfikir dari aspek mana dan bagaimana lazismu bisa berkontribusi.
Perihal aspek pekerja migran masuk dalam penerima zakat (asnaf) masuk dalam kategori riqob.
"Artinya " budak", sementara budak sudah tidak ada lagi, " terangnya saat sambutan pada acara workshop penyusunan peta jalan program pekerja migran yang berlokasi di gedung pusat dakwah Muhammadiyah.
Makna riqob dalam kajian dan putusan tarjih telah diperluas.
Yang terjadi saat ini, banyak para pekerja migran yang dianiaya di lokasi kerja. Selain itu juga, banyak para pekerja migran yang berhadapan dengan hukum di negara penempatan.
Bahkan lebih jauh lagi, banyak para pekerja migran yang bekerja tidak sesuai dengan gaji yang dijanjikan.
Pada posisi ini, lazismu bisa masuk. "Kami berfikir dengan melihat fenomena itu dari sisi strategis yaitu membuka akses program ke luar dan ada sisi program fundraising. "



Komentar