Bagaimana Upaya Mewujudkan Keluarga Sakinah di Kalangan Keluarga PMI ??
- Firman Siddik

- 13 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Banyak penelitian yang mengangkat isu pekerja migran. Salah satu yang dilakukan oleh Yusron Khoiri, Peneliti dari IAIN Ponorogo.
adbmi.org - Mewujudkan keluarga sakinah di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) memerlukan upaya khusus untuk menjaga keharmonisan meskipun anggota keluarga harus hidup berjauhan. Terdapat beberapa cara utama untuk mewujudkan hal tersebut:
Menjaga Komunikasi yang Baik
Komunikasi dianggap sebagai pondasi penting agar tidak muncul prasangka buruk atau suuzan antara suami dan istri.
Di era modern, PMI memanfaatkan teknologi seperti telepon, WhatsApp, dan video call untuk saling memberikan perhatian dan mengontrol keadaan keluarga setiap hari meskipun tidak bertemu secara langsung.
Memenuhi Kebutuhan Ekonomi
Terpenuhinya kebutuhan materi (sandang, pangan, dan papan) sangat berpengaruh terhadap ketenangan keluarga.
Kelancaran ekonomi dianggap dapat meminimalisir pemicu konflik dalam rumah tangga.
Saling Menunjukkan Cinta dan Kasih Sayang
Suami dan istri harus terus memupuk rasa cinta yang tulus dari hati untuk memperkokoh komitmen.
Bentuknya dapat berupa saling memberikan perhatian, memuji, atau sekadar bercanda melalui media komunikasi yang ada.
Saling Memaafkan dan Mengalah
Ketika terjadi perselisihan, anggota keluarga sebaiknya berebut untuk mengalah atau mengakui kesalahan daripada berebut kebenaran yang dapat memperpanjang masalah.
Kesabaran sangat diperlukan, terutama saat menghadapi masalah pendidikan anak atau perbedaan pendapat.
Membangun Saling Percaya (Husnuzan)
Kepercayaan merupakan kunci utama saat hidup berjauhan.
Keluarga PMI diimbau untuk selalu berprasangka baik dan tidak mudah percaya pada berita negatif atau isu dari orang lain sebelum melihatnya secara langsung.
Berpedoman pada Agama
Mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui sholat lima waktu, sholat tahajud, mengaji, dan doa dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga ketenangan batin selama berjauhan.
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dalam memimpin dan menjalani rumah tangga juga menjadi landasan kuat bagi keluarga PMI untuk tetap utuh.
Saling Menasehati dan Membimbing
Suami dan istri harus memiliki kesadaran untuk saling menuntun dan mengoreksi jika salah satu pihak melakukan kesalahan, sehingga peran sebagai pemimpin dan pengelola rumah tangga tetap berjalan seimbang.
Secara keseluruhan, pemahaman yang benar mengenai makna keluarga sakinah dan penerapan upaya-upaya di atas secara konsisten terbukti dapat menjaga keutuhan rumah tangga PMI meskipun mereka terpisah jarak yang jauh.



Sukak sama insight kayak gini..belajar jg jadinya wlopun gak ikut..