IOI Pastikan Calon PMI Dapatkan Informasi Komprehensif Terkait Aturan Kerja Sebelum Berangkat
- Firman Siddik

- 11 jam yang lalu
- 2 menit membaca

adbmi.org – Menjelang keberangkatan ke negara penempatan, para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dibekali dengan berbagai pengetahuan penting melalui kegiatan Pre-Employment Orientation (PEO) atau Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara ADBMI Foundation, IOM dan IOI Corporation Berhad, perusahaan kelapa sawit global asal Malaysia, untuk memastikan perlindungan pekerja sejak dari tanah air.
Direktur ADBMI Foundation, Roma Hidayat menyebut kegiatan ini sangat penting bagi calon PMI sebelum berangkat. Dari kegiatan ini, mereka (read - calon PMI) bisa mengetahui hak dan kewajibannya selama bekerja.
"Tujuan utama dari orientasi ini memberikan informasi yang komprehensif kepada seluruh calon pekerja migran mengenai hak dan kewajiban mereka selama bekerja di luar negeri," ungkapnya, 5/8/2026.
Selain itu, ungkap Roma, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai proses perekrutan yang etis serta aturan-aturan khusus yang berlaku di lingkungan kerja IOI Corporation Berhad.
"Hal ini penting agar para pekerja tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memahami aspek hukum dan prosedural di Malaysia."
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup berbagai aspek kehidupan di perantauan. Salah satu peserta, Abdul Suaeb (22), seorang pemuda asal Desa Dadap, Kecamatan Sembelia, Lombok Timur, membagikan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan ini sangat membantu Calon PMI, terutama bagi mereka yang baru pertama kali merantau ke Malaysia seperti dirinya.
"Banyak yang diajarkan, tentang hak pekerja, kondisi lapangan kerja, hingga soal pengelolaan keuangan," ujar Abdul Suaeb saat acara.
Ia menjelaskan bahwa dalam sesi keuangan, peserta diajarkan cara mengatur target pendapatan untuk kebutuhan masa depan, seperti biaya membangun rumah, kiriman untuk keluarga, hingga estimasi biaya hidup di negara penempatan.
Bagi Abdul Suaeb, yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan dan pekerja sawah musiman, kesempatan bekerja di Malaysia merupakan langkah besar untuk memperbaiki ekonomi keluarga, mengingat nilai tukar mata uang yang lebih tinggi.
"Kita di ajarkan keuangan juga, mumpung bagus penukaran," ungkapnya sambil tersenyum.
Melalui pembekalan PEO yang matang ini, diharapkan para calon pekerja migran dapat bekerja dengan tenang, produktif, dan terhindar dari berbagai risiko eksploitasi di luar negeri.



Komentar