Nilai Tukar Mata Uang Tinggi Jadi Daya Tarik Utama Bekerja ke Luar Negeri
- Firman Siddik

- 13 jam yang lalu
- 2 menit membaca

adbmi.org – Keinginan untuk memperbaiki taraf ekonomi keluarga menjadi motivasi kuat bagi para pemuda di daerah untuk mengadu nasib ke mancanegara. Tak terkecuali Abdul Sueb (22), seorang pemuda asal Desa Dadap Kecamatan Sembelia Kabupaten Lombok Timur.
Ia menjadi salah satu calon pekerja migran yang memutuskan untuk berangkat ke Malaysia demi mengejar masa depan yang lebih baik.
Bagi Abdul Sueb, alasan utama yang memicunya untuk merantau ke luar negeri adalah potensi pendapatan yang lebih besar akibat nilai tukar mata uang yang tinggi.
"Penularannya sekarang tinggi, jadi saya mau berangkat," ungkapnya saat mengikuti Pre-Employment Orientation (PEO) di Selong, Lombok Timur,5/8/2026.
Sebelum mengambil keputusan besar ini, Abdul Sueb menjalani keseharian sebagai kuli bangunan. Selain itu, ia juga aktif membantu orang tuanya bekerja di sawah saat musim tembakau tiba. Perjalanan ke Malaysia ini akan menjadi pengalaman pertamanya merantau ke luar negeri.
Sebagai persiapan sebelum pemberangkatan, Abdul Sueb mengikuti kegiatan orientasi yang memberikan berbagai pembekalan penting.
Dalam pelatihan tersebut, ia mempelajari banyak hal mulai dari hak-hak pekerja, gambaran lapangan kerja, hingga pengelolaan keuangan yang sangat krusial bagi pekerja migran.
"Tentang keuangan itu diajarkan cara mengatur target, seperti membuat rumah berapa yang harus (disiapkan), untuk keluarga, sama kebutuhan kita di tempat rantauan seperti uang makan," jelas Abdul Sueb mengenai materi yang ia terima dalam orientasi tersebut.
Kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari Pre-Employment Orientation (PEO) yang diselenggarakan oleh ADBMI Foundation bekerja sama dengan IOI Corporation Berhad dan IOM.
Program ini bertujuan untuk memastikan para calon pekerja seperti Abdul Sueb memiliki informasi komprehensif mengenai aturan kerja dan perekrutan yang etis sebelum mereka mulai bekerja di perkebunan sawit global milik IOI Corporation di Malaysia.
Dengan target yang jelas untuk membangun rumah dan membantu keluarga, Abdul Sueb kini merasa lebih siap secara mental dan administratif untuk memulai babak baru dalam hidupnya di negeri jiran.
Sedikit informasi, bahwa nilai tukar Ringgit terjadi rupiah pertanggal 6/8/26, senilai 4.383 ribu rupiah persatu Ringgit.



Komentar